Bandar judi bola – Brendan Rodgers: Football Pintar atau pun Hanya Beruntung?

Masih ingat surat tempelan yang kerap dibawa fan rival tatkala Manchester United bertanding musim yg lalu? Dgn foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase “Football Genius” di sebelahnya. Sayangnya, tersebut sama sekali tak penghargaan untuk eks manajer Everton tersebut.test1

“Football genius” alias jenius sepakbola yg dilekatkan dalam Moyes kian ialah sindiran akibat hasil-hasil buruk yg diperoleh United sepeninggal Sir Alex Ferguson. Hancurnya capaian Red Devils pada bawah belaan Moyes pada musim 2013/14 langsung aja ditimpakan pada pria Skotlandia ini.

Musim ini, ada satu orang yg berpotensi dilabeli status itu. Siapa dia? Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Alasannya, The Reds ketika ini selagi hancur pada liga & pula Liga Champion. Dr semuanya 13 perkelahian di dua ajang itu, Steven Gerrard telah menanggung 7 kegagalan serta dua kesempatan draw.

Hasil ini berputar 180 derajat dr pencapaian musim yg lalu di mana Liverpool nyaris merebut Premier League sebelum khatam di kondisi runner-up. Sementara itu Rodgers menghabiskan upah sebesar 130 juta pound lebih di perbelanjaan transfer. Uang sebesar tersebut berubah bentuk pada sifat sembilan pemain trendi Liverpool, dgn satu di antaranya dipinjamkan balik pada pasukan semula.

Menghabiskan uang banyak & terseok-seok di papan klasemen, Rodgers segera jadi bahan olok-olok. Karna musim sebelumnya mulutnya sempat nyinyir berpendapat Tottenham Hotspur yang menggunakan lebih daripada 100 juta pound namun susah payah meraih tiket ke Europa League.

“Dgn upah belanja lebih dr 100 juta pound, 1 buah klub semestinya bersaing pada jalur perebutan juara, ” begitu pertuturan Rodgers akan halnya Spurs ketika tersebut. Kata-kata yg kini melenting kepadanya.

Minggu kedua saja Liverpool sudah menjunjung kegagalan. Tapi tandingan yang dihadapi tatkala itu, Manchester City, yaitu juara bertahan sekaligus diperkuat pemain-pemain mahal, oleh karena itu kekalahan pada Etihad Stadium sanggup dimaklumi. Namun begitu Aston Villa, West Ham United & terakhir Newcastle United dapat menghabisi The Reds, bertambah nyata terlihat kalau Rodgers menemukan masalah.

Blunder Transfer

Orang2 dengan enteng mengaitkan melorotnya penampilan Liverpool musim tersebut dgn penjualan Luis Suarez. Tidak kebetulan pula apabila menterengnya performa Liverpool musim yg lalu didominasi sama kelakuan El Pistolero. Hasil 31 gol plus sederet assist & kenang-kenangan hukuman yang disebabkan oleh akselerasinya membantu Liverpool menciptakan 101 gol musim silam.

Berhentinya Suarez di Barcelona menandakan Liverpool kemusnahan tokoh yang berandil terhadap setidaknya sepertiga gol musim dahulu. Namun, menjalin melorotnya kekuatan Liverpool musim ini semata-mata pada berhentinya Suarez tentu aja terlalu memudahkan persoalan. Persoalannya lebih atas itu

Ya, penjualan Suarez menjadi kehilangan gede bagi Liverpool. Tapi Suarez memproduksi kas kesebelasan terisi dana segar sejumlah 70 juta pound yang mampu dikenakan Rodgers dalam menegakkan tim. Disematkan penggawa lama serta sekitar tokoh muda yang dijual murah, Rodgers miliki pertolongan dana sangat banyak bagi borong tokoh di perniagaan transfer.

Di sinilah posisi blunder perdana Rodgers pada musim 2014/15. Ketika memesan pada musim panas silam, Rodgers bertambah menguatkan dalam stok pemain demi intensitas skuat ketimbang menahan kepergian Suarez. Sungguh membingungkan begitu bursa transfer telah hampir selesai, gak ada 1 striker top pun yg didatangkan ke Anfield. Sampai hasilnya Mario Balotelli singgah

Situs online – Sejarah dan Trivia Piala AFF: Macan yang Mengaum daripada Tenggara

Piala AFF sebetulnya lahir dalam masa yg tidak demi menggembirakan. Tidak lama selepas kelahirannya, resesi ekonomi menjangkit ke mana-mana, ke semua negara, dikategorikan Asia Tenggara. Belum lagi kemelut politik yang menempuh sejumlah negara, turut mengganggu kesinambungan persaingan sempurna di Asia Tenggara itu.test1

Faktanya, gangguan tersebut tak berpengaruh besar. Piala AFF-lah yang lantas sebagai tonggak berkembang juga meratanya kualitas sepakbola pada Asia Tenggara.

Saat pertama kali muncul, Thailand dan Singapura terlihat kuat. Mereka bergantian merebut keadaan puncak. Di awal penyelenggaraannya, terjumpa jurang kualitas yang teramat lebar antar negeri. Kekuatan sepakbola momen itu sedang ada di tangan Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, juga Indonesia. Sementara itu, negara diantaranya Filipina & Brunei Darussalam tetap kerap jadi bulan-bulanan rival.

Perlahan negeri-negeri di Asia Tenggara start berbuat penyesuaian. Terjumpa peningkatan mutu dgn bermacam-macam cara, mulai dari atas naturalisasi pemain hingga penerapan pertandingan berjenjang yg dikelola secara sungguh-sungguh. Sekarang, lawan telah memperkirakan Filipina dan Myanmar untuk kader juara.

Piala AFF digelar 2 tahun sekali. Ini yang membuat pembinaan di negara-negara Asia Tenggara seolah tak pernah berhenti. Tahun ini berlatih, tahun depan melawan biar mimpi bisa buru-buru diraih.

Sepakbola seolah-olah magnet yang punya hasil terhadap sisi pada luar sepakbola. Maka, sebagai juara di ajang terkenal se-Asia Tenggara berdasar pada otomatis akan menjadikan citra negara.

Dgn tempat untuk pertarungan tertinggi, Aliansi Sepakbola Asia Tenggara, AFF, pun memproduksi regulasi baru. Spesial pada cabang sports sepakbola dalam SEA Games, setiap negara cuma mampu menyertakan tokoh dgn usia di dasar 23 tahun. Tatanan ini seukuran dgn apa yang diterapkan dalam Olimpiade dan Asian Games.

Sistem itu memiliki hasil substansial buat negara yang serius melaksanakan pembinaan usia dini. Para tokoh muda diuji pada SEA Games. Kedudukan Sea Games jadi diperlukan setaraf ujian mula-mula sekali lalu ajang meningkatkan kepandaian bertanding pemain muda dalam level internasional. Tujuan alhasil wajar saja bermuara di Piala AFF. Performa tinggi dalam level ini memproduksi mimpi gak lagi sepadan ilusi, tetapi merealisasikannya sampai betul-betul tercipta.

Urusan cengkeraman prestasi serta format pertandingan, Piala AFF sanggup dibagi di dalam dua era. Uniknya, era ini terdapat sangkut pautnya dgn sponsor yg mengantongi kuasa penerapan identitas formal duel.

Piala AFF lahir di 1996 dgn sebutan “Piala Tiger” atau “Tiger Cup”. Masalah ini gak lain karena sponsor pertarungan tersebut ialah produser bir bermerek “Tiger” sumber Singapura. Saat itu, tujuan sepakbola dalam Asia Tenggara tengah bergerak pada Thailand & Singapura. Thailand dikenal memiliki kemampuan pemain berbakat, sementara Singapura demikian sungguh-sungguh mengatur udara sepakbola.

Negara lainnya menyerupai Indonesia, sangat bermakna guna mengambil gelar internasionalnya. Pada level senior, tim nasional Indonesia terakhir periode juara di SEA Games 1991 yg dihelat di Jakarta. Karena SEA Games gak lagi memerankan laga tertinggi, dipastikan semua kesibukan sepakbola terfokus dalam Piala AFF juga Piala Asia.

Tersedia satu buah optimisme kala ini tatkala PSSI menyatu persaingan Perserikatan & Galatama di 1994. Peleburan tersebut mengikat kru – tim yg berdasar pada tradisional kuat dengan kinerja & histori, dengan tim berpengalaman yang tdk dibiayai APBD. Iklim profesional kendati sedari berasa di Liga Indonesia kala itu.

Selain itu, PSSI mengantongi agenda jangka panjang dgn mentransfer calon muda di luar negeri dalam menjemput ilmu. Benar2, tak segenap sukses, akan tetapi beberapa di antara mereka menjadi rahasia timnas Indonesia dalam Piala AFF tahun 2000 serta 2002.

Sbobet bet – Prancis Cukur Swedia 1-0

Prancis mendominasi Swedia di dalam pertandingan friendly pada Stade Velodrome. Tapi sebab performa oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis harus menunggu hingga menit ke-84 untuk memastikan kemenangan 1-0 lewat gol dr Raphael Varane.test1

Menyuguhkan Swedia, Rabu (19/11/2014) subuh WIB, Prancis membuat kesempatan ketika laga memasuki menit ke-11 dengan perantara operan dari Paul Pogba yang disambut sepak Layvin Kurzawa, meskipun bola belum akurat di incaran. Enam menit sehabis tersebut tembakan Pogba juga sedang memuncak daripada gawang Swedia.

Prancis memperoleh peluang emas dalam memimpin di menit ke-36 tatkala Andre-Pierre Gignac mengelakkan operan ke haluan Antoine Griezmann dalam kotak hukuman Albania. Akan tetapi penyelesaian puncak kurang sip atas Griezmann memproduksi kiper Andrea Isaksson sedang bisa mengamankan bola.

2 menit selesai tersebut Swedia kembali sanggup bernafas lega sesudah ofensif Prancis balik gak berdampak gol. Datang atas sasaran silang Dimitri Payet yg gagal diantisipasi Isaksson, bek Emil Krafth dan lalu coba menghalau bola sekalipun si kulit bundar malah membidik ke gawagnya sendiri. Beruntung bagi Krafth juga Swedia, arahnya masih belum betul-betul akurat serta tengah merebak.

Swedia kemudian memproduksi Prancis tersentak empat menit pra turun minum. Lewat aksinya Isaac Kiese Thelin berhasil menyepak bola di arah gawang Prancis, membuat kiper Steve Mandanda mesti mengerjakan penyelamatan pada bawah mistar gawang tuan rumah.

4 menit di pembukaan ronde ke-2 Isaksson balik melindungi gawang Swedia. Periode itu dr usaha Gignac yg mengirimkan operan daripada Dimitri Payet. Isaksson terus-terusan diuji, di antaranya dalam menit ke-60 dengan menolak bola tembakan Griezmann setelah itu menghalau bola tembakan tokoh substitusi Prancis Moussa Sissoko pada menit ke-79.

Akan tetapi gawang Isaksson walhasil jebol juga detik pertarungan menyisakan enam menit dalam waktu normal. Dr satu buah terjangan pojok, kiriman bola Griezmann berjaya disambut Raphael Varane dalam tiang deket buat menewaskan Isaksson yang kali ini harus mengadopsi bola atas di gawangnya

Semenit selesai tersebut Prancis mendapat peluang emas untuk menambah keunggulan setelah wasit menyatakan titik putih risiko handball atas Oscar Wendt. Karim Benzema dulu maju bagi memerankan pengeksekusi… sekalipun tengah gagal menyusun tugasnya sehabis mengirim bola melambung atas target. Gak ada lagi gol yang tercipta dalam sisa waktu.

Kinerja itu menciptakan Prancis sudah melaju gak terkalahkan dalam enam kompetisi berderet-deret setelah Piala Dunia, di mana 4 di antaranya mampu dimenangi–melawan tim-tim tangguh laksana Spanyol dan Portugal.

Dalam pertengkaran kesempatan ini Les Bleus dicatat ESPN tampak dominan kepada Swedia. Selain hebat penguasaan bola 64%-36%, Prancis pula mencatat enam tembakan akurat incaran dr 28 percobaan, tetapi Swedia menciptakan lima tembakan saja pada mana cuma 2 di antaranya yang mengarah pada target.

Susunan Pemain

Prancis: Pogba, Guilavogui ; Valbuena (Lacazette 68′), Payet (Sissoko 61′), Mandanda; Sagna, Mangala, Varane, Kurzawa (Digne 78′); Griezmann; Gignac (Benzema 68′).

Swedia: Isaksson; Larsson, Kallstrom (Forsberg 46′), Kacaniklic (Forsberg 86′); Krafth, Jansson, Granqvist (Durmaz 46′), Bengtsson (Olsson 46′); Bahoui, Thelin, Zengin (Hrgota 67′).

Judi online – Instinct Hunt: Selebrasi 2 Dekade Predator

Udah 20 tahun sejak pertama kali Adidas memelopori seri Predator; salahsatu sepatu yang tampil tonggak diperlukan dalam teknologi sepatu sepakbola, kendati 1 yang terpopuler dalam jagat lapangan hijau. Adidas menyelesaikan teguran 2 dekade predator dengan meluncurkan anak teraktual: Pemangsa Instinct Hunt.test1

Predator, tidak sanggup dipungkiri, ialah satu diantara titik berpengaruh di dalam kemajuan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya betul-betul terhitung lumayan simpel, tapi dengan teknologi sepatu tersebut siap dibilang sepatu tercanggih saat perdana kali diluncurkan.

Prosesi Predator diawali oleh seorang mantan tokoh Liverpool, Craig Johnston. Setelah purna bakti, Johnston yg menjatuhkan ‘Si Merah’ mengait lima gelar Liga Inggris kembali di tanah kelahiran orang2 tuanya, yaitu Australia. Di sana, dia meluangkan waktu bagi mengurus anak-anak.

Kabarnya dalam 1 bagian kursus, Johnston sempat mohon budak asuhnya buat menendang bola dengan semakin baik, kian terarah, & kuat. Namun demikian anak-anak tersebut kerumitan, dan lalu berkata dalam Johnston kalau sepatunya terlalu licin. Sebabnya tidak lain karena sepatu yang dikenakan anak-anak tersebut dibentuk atas kulit plus kondisi kala tersebut sedang hujan.

Selagi itulah Johnston memiliki ide dalam menangkap sebuah bat pingpong, mengambil struktur karetnya, serta menempelkannya ke sepatunya. Sepatu eksperimennya itu setelah itu saksama diboyong menongol & dicoba dalam menyepak bola. Hasilnya? Voila! Karet dalam sepatu menghasilkan makin luntur memberikan kesan khusus saat menendang bola, & tentu saja sepatunya saat ini dapat semakin ‘menggigit’ bola.

Dr sepatu prototipenya itulah Johsnton setelah itu menyiarkan ide lebih jauh, mengombinasikan karet dengan kulit kanguru yg ringan serta fleksibel. Belakangan Johnston juga mengimbuhkan ide lainnya mengenai teknologi sol Traxion yang hingga waktu ini dipakai Adidas.

Walaupun demikian, sepatu prototipe Johnston awalnya tak diterima oleh sejumlah perusahaan diantaranya Nike serta Reebok, terlebih Adidas sendiri. Tapi, sehabis berjaya merekam Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, dan Paul Breitner menggunakan sepatunya pada keadaan salju, Johnston berjaya meyakinkan Adidas utk membeli hak desain prototipe tersebut juga mendapatkan 2% atas sekujur penjualan. Disebut-sebut butuh waktu sampai lima tahun dalam meyakinkan kalau idenya bakal berhasil.

Semenjak kala tersebut, sepatu prototipe Johnston berubah jadi Predator juga sebagai sesi daripada histori sepakbola. Predator pun langsung berevolusi dengan bervariasi pengembangan yang dijalani sama Adidas. Berdokumentasikan setidaknya ada 14 seri predator yg lahir selanjutnya.

Membuntuti berjaya kelahiran si ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir dalam 1995. Adidas mengolah kembali struktur karet dalam sepatu & bertambah banyak menyelenggarakan kulit kanguru demi kesenangan. Tahun berikutnya lahirlah Predator Touch. Dan lalu berencetan Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), dan yg terakhir ialah seri Predator Instinct (2014)

Online live casino – Belanda Tepiskan Latvia Enam Gol Tanpa Balas

Belanda memikat tiga angka di kubu keempatnya di kualfikasi Piala Eropa 2016. Menyuguhkan Latvia, Belanda bersenang-senang setengah lusin gol dengan keunggulan total 6-0.test1

Di Amsterdam Arena, Senin (17/11/2014) subuh WIB, Robin van Persie mengawali pesta gol Belanda atas Latvia dalam menit ke-6. Arjen Robben menaikkan keunggulan tuan rumah di menit ke-35, sebelum Klaas-Jan Huntelaar menghasilkan Oranje memasuki paruh waktu dengan keberhasilan 3-0.

Dalam sesi kedua, tepatnya menit ke-78, Jeffrey Bruma menaikkan keberhasilan Belanda. Robben, yang tampil impresif sejauh kompetisi, dulu mendirikan gol keduanya dalam menit ke-82, sebelum Huntelaar menutup pesta gol Belanda 2 menit saat berakhirnya tempo normal.

Hasil itu menutup untaian 2 kekalahan berturut-turut Belanda yang pra tersebut kalah 0-2 dari Islandia di partai kualifikasi juga lalu 2-3 atas Meksiko dalam kubu friendly.

Perolehan tersebut memproduksi Belanda masa ini mengoleksi enam angka dr 4 pertentangan, guna duduk dalam stan jabatan 3 klasemen Grup A pada bawah Republik Ceko oleh Islandia yang sama-sama memiliki sembilan poin dan baru 3 kali bermain–keduanya juga akan bertanding subuh ini.

Sementara Latvia mematung di posisi empat pada raihan dua skor hasil dari dua kali draw juga 2 kali kalah.

Robin van Persie sinambung membuat Belanda memimpin tatkala duel baru melintas enam menit. 1 buah sodoran sasaran silang dari Arjen Robben dgn jitu disambut tandukan Van Persie ke arah tiang jauh.

Enam menit kemudian Robben kembali meneror kelompok tambak Latvia. Ia mampu memperoleh celah & menembak, meskipun bola belum tertuju ke bidang sasaran.

Usaha Latvia merespons belum menghadirkan dampak. Operan atas Aleksandrs Fertovs betul-betul dapat diteruskan Valerijs Sabala dengan sundulan, meskipun haluan si kulit bundar sedang melenceng dr gawang Belanda.

Gol ke 2 dalam rivalitas lalu kemudian lahir di menit ke-35, balik buat belanda, serta dari koalisi yg sama sebagaimana gol sebelumnya kendati dengan keikutsertaan yang tidak sama. Robben menghalangi bola di kanan dan setelah itu bekerja setara satu-dua dgn Van Persie pra mencopot depakan jitu yg tidak kuasa dihalau kiper Aleksandrs Kolinko.

Sebelum tempo diturunkan minum Belanda balik menambah keunggulannya untuk Latvia. Daripada sisi kiri Ibrahim Afellay mengirim bola ke depan gawang, guna disambut Klaas-Jan Huntelaar pada sontekan hati-hati meskipun berada di dasar binaan pemain lawan.

Keberhasilan Belanda baru kembali menonjol jangka pertentangan menganeksasi menit ke-78. Van Persie kembali berkontribusi kesempatan ini dengan mengirimkan sepak pojok Wesley Sneijder bagi setelah itu disambar Jeffrey Bruma guna membuahkan gol keempat Belanda.

Delapan menit menyambut bubaran, Georginio Wijnaldum yg baru beberapa menit masuk menggantikan Van Persie melepaskan bola ke haluan Robben yg setelah itu sekali lagi menyingkapkan kiprah individunya sebelum memaksa kiper Kolinko menjadikan bola daripada pada gawangnya bagi kesempatan kelima di dalam laga.

Agent betting – Italia vs Kroasia Berakhir Seri

Italia pernah unggul terlebih dahulu atas Kroasia lewat Antonio Candreva. Namun keberhasilan gak bertahan lama dimana Ivan Perisic merekam gol penyama posisi. Ke 2 kesebelasan kendati berbagi 1 angka dengan skor 1-1.test1

Duel Kualifikasi Piala Eropa 2016 yg melintas di San Siro, Senin (17/11/2014) dinihari WIB tersebut beredar yang tidak tertutup. Kroasia sejak pembukaan merealisasi pressing ketat terhadap tuan rumah, sementara Italia mengetes mengerjakan ofensif cepat via ke 2 sayap.

Italia bisa handal bertambah dulu melalui terjangan Candreva di menit ke-11. Namun demikian keberhasilan Gli Azzurri gak bertahan lama setelah Perisic menyamakan kedudukan di menit ke-15.

Di episode ke-2, Kroasia tambah bersemangat & bertambah kuat untuk penguasaan bola. Selama Italia sanggup menghajar via serangan balik cepat. Akan tetapi kedua tim tak makbul mencipta gol sambungan sampai pertengkaran selesai.

Perjuangan itu pernah dihentikan kira-kira 10 menit tatkala menganeksasi menit ke-72. Mulanya kembang api menghujani lapangan, tidak lama lewat kebisingan berlangsung di tribun front pendukung Kroasia. Selepas keadaan kembali kondusif, wasit ambil keputusan melanjutkan pertarungan.

Dengan perolehan seri itu, Kroasia juga Italia tetap menduduki stan jabatan satu-dua Grup H secara sambung-menyambung dengan sama-sama mengoleksi nilai 10 dari empat rivalitas. Di belakang dua-duanya adalah Norwegia dengan sembilan poin, yg pada perjuangan lain menang tipis 1-0 kepada Azerbaijan.

Selama itu Bulgaria bermain draw 1-1 kontra Malta. Secara berangkaian Bulgaria (3 poin), Malta (0), Azerbaijan (0) menyempurnakan status 4-6

Ivan Rakitic mengelakkan terjangan keras daripada luar kotak penalti pada menit ke-6. Tapi Gianluigi Buffon beserta lincah menghalangi. 3 menit bersela, putaran Luka Modric melaksanakan percobaan, juga kandas dalam tangan Buffon.

Lebih dulu terjepit, Italia lebih lagi mengambil keberhasilan di dalam menit ke-11. Berasal daripada kiprah Simone Zaza di dalam tempat penalti. Usai tembakannya diblok bek, bola cermin yg kembali dalam penguasaan Zaza dan kemudian disodorkan kepada Antonio Candreva di depan kotak penalti.

Candreva lewat membidikkan tembakan keras ke pojok kiri gawang juga tak sanggup dihentikan Danijel Subasic.

Akan tetapi keberhasilan tersebut tak bertahan lama. Empat menit lalu kemudian, Kroasia menyeragamkan tingkat. Ivan Perisic melaksanakan tusukan pada sisi kiri & berlari ke tengah.

Aksinya diakhiri tembakan mendatar yang sesungguhnya membidik akurat ke Buffon. Namun estimasi sang kiper kurang baik sehingga bola melewatinya juga masuk ke gawang.

Italia mencebloskan satu peluang bagus di menit ke-34. Lewat gempuran cepat, Roberto Soriano melepaskan sasaran silang dari kanan mengarah ke Mattia De Sciglio yg gak terkawal di dekat tiang jauh. De Sciglio mencoba merencah bola dgn terjangan voli, namun melenceng.

Welbeck Dua Gol, Inggris Tiarapkan Slovenia 3-1

Inggris pernah ketinggalan bertambah dulu pada persaingan menggulung Slovenia. Tetapi, The Three Lions dapat membalikkan posisi & unggul dgn skor 3-1. Danny Welbeck memberikan dua gol utk pasukan tuan rumah.test1

Pada lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2016 di Wembley, Minggu (16/11/2014) dinihari WIB, Inggris memimpin pertunjukan dan banyak menyusun kesempatan sejak awal. Namun demikian, sampai surut minum, skor 0-0 sedang bertahan.

Di dalam sesi ke 2, gol bunuh diri Jordan Henderson mengangkat Slovenia menang lebih dulu. Namun demikian, Inggris menurunkan sambutan yang begitu bagus. Sesudah menyeragamkan kedudukan melalui sepak terjang sanksi Wayne Rooney, mereka memastikan keunggulan melalui 2 gol Welbeck.

Kemenangan berikut membuat Inggris pada kondisi termulia klasemen sementara Grup E dengan poin 12 atas empat partai. Slovenia akurat di bawahnya dgn nilai enam.

Jalannya Pertandingan

Kesempatan perdana pada duel itu jadi milik Slovenia. Jasmin Kurtic menyebarkan sasaran lambung yang disundul Andraz Kirm. Namun, sundulan Kirm dengan enteng ditangkap Joe Hart.

Inggris baru dapat menurunkan intimidasi di menit ke-17 dengan daya Raheem Sterling. Sterling yang jadi umpan dari Rooney mengelakkan tembakan kaki kanan, namun arahnya masih melebar.

Bersela 4 menit, peluang Rooney yg memperoleh kesempatan. Rooney menerima bola dr Welbeck dgn tembakan voli, yg sedang membubung di atas mistar.

Welbeck menghilangkan kesempatan yang dia dapat di dalam menit ke-30. Meskipun dia tak terkawal, sundulannya meneruskan umpan silang Sterling sedang melenceng.

Upaya Welbeck di menit ke-37 juga belum menghasilkan gol dalam Inggris. Sepakannya dr luar kotak hukuman melayang.

Hingga berakhirnya episode perdana, ke-2 tim sama-sama tidak dapat mencetak gol. Skor 0-0 sedang bertahan.

Rooney menebar ancaman di gawang Slovenia di dalam awal babak kedua, tepatnya menit ke-48. Dia menyundul bola hasil sepak pojok Adam Lallana, akan tetapi arahnya masih melebar.

Walaupun kian banyak mengatur kesempatan, Inggris tertinggal kian dulu. Gol Slovenia adalah hasil gol bunuh diri Henderson dalam menit ke-57. Bermakna mengiris sasaran silang Kirm, Henderson sekiranya menyingkirkan si kulit bundar ke gawang sendiri.

Tapi, keunggulan Slovenia ini gak bertahan lama. Dalam menit ke-59, Inggris menyepadankan tingkat melalui depakan penalti Rooney. Hadiah sanksi itu diberikan oleh wasit sehabis Bostjan Cesar membobol Rooney di tempat terlarang.

Inggris berhasil menelungkupkan kondisi saat duel berusia 66 menit. Bersumber daripada tembakan Lallana dr sudut sempit yang dimentahkan Samir Handanovic, bola rebound menentang ke Welbeck, yang saksama menyambarnya untuk meretakkan gawang Slovenia.

Welbeck kembali mencatatkan namanya dalam papan skor enam menit setelah itu. Penggempur Arsenal itu bermain umpan satu-dua dengan Sterling sebelum menewaskan Handanovic lewat depakan kaki kanannya. Inggris pun memimpin 3-1.

Keunggulan tersebut berhasil dipertahankan Inggris sampai peluit panjang berbunyi. Mereka pun mengambil tiga poin pada pertarungan ini.

Susunan Pemain

Inggris: Hart; Clyne, Wilshere, Henderson, Sterling (Oxlade-Chamberlain 84′); Jagielka (Smalling 89′), Cahill, Gibbs; Lallana (Milner 79′), Rooney, Welbeck

Slovenia: Kurtic (Rotman 75′), Mertelj, Birsa (Lazarevic 62′), Kirm (Ljubijankic 77′); Handanovic; Brecko, Cesar, Ilic, Struna; Kampl; Novakovic

Betting indonesia – Inggris Vs Jerman, Lebih atas Kompetisi Persaudaraan

Inggris akan menjamu Jerman di dalam laga uji coba pada Stadion Wembley, Selasa (19/11/2013) waktu setempat atau pun Rabu (20/11/2013) pagi buta hari WIB. Meski berlabel perkelahian uji coba, ke-2 pemain mewujudkan diri utk unggul.test1

“Aku betul-betul bahagia bermain di dalam hari Selasa. Itulah sebabnya kami dalam sini, khususnya menentang Jerman. Mereka ialah saingan kami, tdk untuk cara yg mengerikan, karena kami mempunyai rasa hormat di mereka. Tapi kami akan menundukkan mereka, ” kata Frank Lampard, Minggu (17/11/2013).

“Gak terdapat alasan pertandingan menentang Jerman ialah laga pertemanan. Ada penuh histori dan itu telah seharusnya. ”

Bersuanya Inggris serta Jerman nanti malam yaitu yang pertama pada 3 tahun. Terakhir, keduanya berjumpa pada perdelapan final Piala Dunia 2010, yg berhenti 4-1 buat Jerman.

Di rivalitas itu, Lampard membantu tembakan hingga bola melewati garis gawang, akan tetapi dianulir. Dari sisi wasit bola kinerja tembakan Lampard belum menguasai strip gawang.

“Ini telah mengatur reparasi dalam sepak bola di mana kami memperoleh teknologi strip gawang sebagai bonus, ” pertuturan gelandang Chelsea ini.

“Namun unsur itu mengecewakan soalnya itu (jika golnya disahkan) bakal mengubah permainan. Kami keluar di babak kedua tatkala 2-1 serta lantas menunjang mistar. Aku mengerti itu. ”

Sementara tersebut, sejumlah pendukung Jerman menyuarakan bahwa kejadian tersebut adalah karma daripada peristiwa kala final Piala Dunia 1996.

Ketika tersebut, bola kinerja terjangan penggempur Inggris Geoff Hurst yg di dalam rekaman video sama sekali belum melewati garis gawang Jerman yg dijaga Hans Tilkowski, disahkan sama wasit.

Inggris sudahnya menang 4-2 melalui sesi sambungan waktu, sehabis sebelumnya selama 90 menit kedua pemain main draw 2-2. Inggris kendati menjepit gelar juara dunia mereka yg sebagai gelar satu-satunya zona Ratu Elizabeth di turnamen gede sampai sejauh ini.

Siaran langsung

Global TV, Rabu (20/11/2013) pukul 03.00 WIB

Prakiraan susunan pemain

Inggris: Joe Hart; Ashley Cole; Tom Cleverly, Frank Lampard, Adam Lallana, Gary Cahill , Cris Smalling , Phil Jagielka, Jermaine Defoe, Wayne Rooney; Daniel Sturridge

Formasi: 4-2-3-1

Pelatih : Roy Hodgson

Jerman: Roman Weidenfeller; Lars Bender, Marco Reus, Draxler, Per Mertesacker, Matt Hummels, Marcell Jansen, Philipp Lahm; Toni Kroos, Andre Schürrle; Maximilian Kruse

Formasi: 4-2-3-1

Pelatih: Joachim Loew

Rekor pertemuan

27-06-2010 Jerman 4-1 Inggris

19-11-2008 Jerman 1-2 Inggris

22-08-2007 Inggris 1-2 Jerman

01-09-2001 Jerman 1-5 Inggris

07-10-2000 Inggris 0-1 Jerman

Lima pertandingan terakhir

Inggris: M-S-S-M-K

Jerman: M-M-K-S-S

pasar bola – Prancis Sekadar Jalani Laga-laga Friendly, Deschamps Tetap Optimistis

Prancis hanya menjalani laga-laga persahabatan menumpu Piala Eropa 2016 sebab statusnya tuan rumah. Biar begitu, pembimbing Les Bleus Didier Deschamps optimistis timnya tetap kompetitif dengan tim-tim besar lain.test1

Sejajar tuan rumah, Prancis betul2 sinambung meraih satu teritori dalam sesi final Piala Eropa 2016. Itu tentu 1 signifikansi soalnya mereka tak wajib berebut karcis dgn negara-negara lain.

Tetapi dalam lain sisi, ini jadi 1 buah kerugian yang beda soalnya dgn begitu, Prancis gak sempat main dalam pertandingan kompetitif. Dikhawatirkan, setiap pemain tak mengalami perkembangan mempunyai arti dengan cuma bermain dalam partai-partai perkawanan.

Hanya saja Deschamps percaya diri anak asuhnya bakal senantiasa siap menimbulkan penampilan terhebat di sesi final mendatang. Pendidik 46 tahun tersebut terlebih lagi menetapkan jadi juara grup meskipun kelak harus berjumpa dgn tim-tim besar macam Jerman, Belanda, Italia, dan yang lain.

“Laga-laga itu yaitu rivalitas persahabatan juga kami tidak bakal memainkan perjuangan lain selain club silaturahmi menuju Euro. Meski demikian, kami tentu mempunyai laga-laga gede yang menyambut, ” katanya dikutip Ramalan togel hari ini.

“Kami sudah menghalangi Spanyol serta kami akan menentang Italia, Inggris, Belanda, serta Jerman. Kami sudah berada pada sesi final, kami ingin finis sejajar juara grup walakin itu enggak benar-benar mempunyai arti, ” tambahnya.

Kesebelasan ‘Ayam Jantan’ sejauh itu melewati laga-laga uji coba dgn baik. Sudah empat laga dilalui dgn dampak 3 kemenangan & 1 periode draw. Dua atas kemenangan ini lebih dari itu didapat dr pasukan sebanding Spanyol serta Portugal

Eks pelatih Juventus satwa Marseille ini mengaku sengaja menggunakan ikatan partai uji buktikan juga utk meruncingkan pemain muda. Oleh karena tersebut dia yakin timnya senantiasa melakoni kesuksesan sekalipun tanpa pertarungan kompetitif.

“Di setiap tim menghasilkan progresi, terbilang pemain saya. Tiap-tiap pemain start mengerti satu sama lainnya dgn kian baik, juga ibarat yang udah aku ungkapkan, aku miliki banyak pemain muda, ” pertuturan Deschamps.

“Anda gak dapat memilih tokoh berpengetahuan sejak hari pertama sampai hari-hari selanjutnya. Anda butuh waktu & mungkin ada sejumlah tokoh muda yg mampu hadir untuk lomba berikutnya, ” demikian dia.

Prancis akan menyebrangi 2 pertandingan uji coba di waktu dekat ini. Masing-masing menolak Albania dalam Sabtu (15/11/2014) dan Swedia empat hari selanjutnya (19/11).

Toto togel – Gol CR7 Ungguli Portugal untuk Armenia

Portugal dibikin kesulitan sama Armenia untuk pertemuan Kualifikasi Piala Eropa 2016. Skuad berlogo Selecao das Quinas tersebut cuma memimpin sedikit lewat gol Cristiano Ronaldo di sesi ke 2.test1

Pada kedudukan Grup I di Malgahaes Pesoa pada Sabtu (15/11/2014) dinihari WIB, Portugal mengakhiri laga itu dgn skor 1-0. Tampil memimpin mulai pembukaan putaran mula-mula, Portugal dibuat kerumitan menyerbu lima bek Armenia.

Bandar judi bola mencetak Portugal jauh kian perkasa dalam penguasaan bola seputar pertentangan. Pemain asuhan Fernando Santos ini mengurus penguasaan bola sampai 70 persen dengan 16 usaha memproduksi gol dgn delapan di antaranya jelas ke haluan gawang. Akan halnya Armenia cuma menciptakan enam peluang seputar duel.

Sementara itu dari menit kedua, Portugal sudah memiliki peluang dalam menggelar gol. Akan tetapi, sepakan kaki kanan Miguel Danny menyimpang di kiri gawang.

Dalam menit kelima Cristiano Ronaldo menguji buat menghilangkan kebuntuan skuad. Memiliki assist atas Danny, sepak terjang gelandang Real Madrid tersebut telah pasti membidik di gawang akan tetapi kiper Armenia Roma Berezovsky berjaya menepisnya.

Usaha Ronaldo 4 menit lalu pula gak membuahkan apa pun. Begitu juga terjangan percobaan yang dibikin Joao Moutinho pada menit ke-41. Tendangan kaki kanan dia amat melenceng ke kanan.

Usaha-usaha para tokoh Portugal mentah hingga mundur minum. Posisi sedang sama mata tanpa gol sampai turun minum.

Ronaldo sudahnya makbul memecah kebuntuan Portugal di rivalitas tersebut. Terjangan jarak jauh Ronaldo berjaya mengguncangkan gawang pada menit ke-71.

Tiga menit setelah itu Ronaldo memperoleh kesempatan bagi menggandakan skor. Akan tetapi, tendangannya diblok sama kiper.

Antonio Eder yg mengakar mengoper Helder Postiga sudah membuat peluang dalam menit ke-89. Tapi, sundulan dia tak akurat pada arah bidikan.

Tingkat tak berubah dengan Portugal memimpin 1-0 hingga akhir pertandingan.

Pada pertarungan lain untuk Grup D, Denmark menang 3-1 buat Serbia. Dengan kemenangan itu, denmark menjadi pemuncak klasemen dengan nilai tujuh serta diikuti Portugal yang naik satu setrip dgn nilai enam.

Susunan pemain

Portugal: Moutinho, Luis Almeida da Cunha (Carvalho 88′), Patricio, Pepe, Bosingwa, Carvalho, Guerreiro; Ronaldo, Tiago; Miguel Danny (Quaresma 70′), Postiga (Eder 56′)

Armenia: Berezovsky, Hayrapetyan; Mkhitarian (Pizzelli 83′), Yedigarian (Sarkisov 77′), Haroyan, Voskanyan, Arzumanyan, Hovhannisyan, Ghazarian (Manucharyan (62′), Mkrtchain; Movsisyan